Selamat datang di
PT. Pentasari Pranakarya
Daftar Produk Unggulan
Temukan Produk yang Tepat Untuk Anda
Siapa Kami
Tentang Kami
PT. Pentasari pranakarya adalah produsen ban dalam di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan ban dalam berkualitas tinggi untuk mobil penumpang, bus maupun truk. Didirikan pada tahun 1991 di Semarang, PT Pentasari Pranakarya merupakan anak perusahaan dari PT Solar Sahara Investment yang berpusat di Jakarta.
Pada tahun 1999, PT. Pentasari Pranakarya memiliki fasilitas pabrik ban dalam yang beralamat di Jalan Tambak Aji I No. 1 Kawasan Industri, Kota Semarang. Didukung dengan sumber daya yang profesional serta pengoperasian fasilitas produksi yang terintegrasi, membuat PT. Pentasari Pranakarya mampu menghasilkan ban dalam dengan standar kualitas yang dibutuhkan baik untuk pemasaran lokal dan internasional.
Kami Hadir Untuk Membantu Anda
Produk Apa Yang Anda Butuhkan?
Mobil Penumpang
Ban merupakan satu-satunya titik kontak antara kendaraan dan permukaan jalan. Cengkeraman dan traksinya secara langsung memengaruhi kemampuan mobil untuk berakselerasi, mengerem, dan bermanuver dengan aman, terutama dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan, salju, atau es. Ban berkualitas tinggi dengan kedalaman tapak yang memadai dan inflasi yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan dengan memberikan stabilitas dan pengendalian yang lebih baik.
Truk Sedang
Ban menopang bobot truk dan muatannya. Tekanan ban yang tepat membantu mendistribusikan beban secara merata ke seluruh kendaraan, mencegah tekanan berlebihan pada ban atau gandar tertentu. Distribusi bobot yang tidak merata dapat menyebabkan keausan ban dini dan potensi bahaya keselamatan.
Heavy Duty Truck
Ban berdampak langsung pada performa pengereman truk, terutama saat membawa beban berat. Tekanan angin ban yang tepat dan kedalaman tapak yang memadai memungkinkan truk berhenti secara efektif, mengurangi jarak berhenti, dan meningkatkan keselamatan secara keseluruhan. Ban yang aus atau tekanan anginnya kurang dapat mengganggu efisiensi pengereman, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama dalam situasi darurat.
